news
LIGA INGGRIS
Shaqiri Hanya Dimainkan Klopp dalam Laga Khusus
29 August 2019 14:49 WIB
berita
Winger Xherdan Shaqiri mendengarkan instruksi dari pelatih Liverpool Juergen Klopp sebelum memasuki lapangan./Istimewa
LIVERPOOL – Liverpool FC sudah memainkan lima pertandingan musim ini, tiga di Liga Primer dan dua lainnya di Community Shield serta Piala Super Eropa. Namun, penyerang sayap Xherdan Shaqiri baru 15 menit diturunkan pelatih Juergen Klopp.

Winger kanan asal Swiss tersebut belum dimainkan di Liga Primer. Community Shield menjadi satu-satunya pertandingan yang diikuti penyerang 27 tahun itu, saat Liverpool berusaha mengejar ketertinggalan 0-1 melawan Manchester City (The Reds akhirnya kalah adu penalti, 5-6) 




Baca Juga :
- Calvert Lewin yang Membedakan Everton dengan Liverpool
- Survei Membuktikan Pria yang Mendukung Arsenal Lebih Menarik di Mata Wanita, tapi Paling Cenderung Selingkuh


Shaqiri sepertinya didatangkan pada Juli 2018 memang untuk menjadi pemain dalam skema alternatif. Untuk mengeksploitasi kemampuan menyerang Shaqiri, Klopp harus memakai formasi 4-2-3-1. Padahal, pelatih asal Jerman itu selama ini lebih banyak menggunakan skema 4-3-3.

Kendati begitu, bukan berarti kemampuan Shaqiri tidak diperlukan. Klopp hampir selalu menurunkan mantan winger FC Basel, FC Bayern Muenchen, dan FC Internazionale, dan Stoke City FC, itu bila Liverpool menghadapi lawan yang bermain sangat defensif. Dengan kecepatan dan manuvernya, Shaqiri kerap berhasil membongkar pertahanan kokoh klub yang bertahan sangat dalam.


Baca Juga :
- Jurgen Klopp Suka Permainan Takumi Minamino dan Jelaskan di Mana Dia Bermain
- Meski Dituding Arogan dan Malas, Statistik Membuktikan Virgil Van Dijk Masih seperti yang Dulu


Salah satu kelemahan Shaqiri adalah kurangnya kontribusi dalam bertahan. Tetapi, ia terbilang efektif untuk mendobrak pertahanan rapat lawan. Menjelang laga Liga Primer di kandang Burnley FC, Sabtu (31/8), Klopp menjelaskan posisi pemain seperti Shaqiri, Adam Lallana (gelandang), dan Dejan Lovren (bek).

“Saat ini, saya tahu Shaqiri, Lallana, dan Lovren, tidak memiliki menit bermain banyak. Namun, kondisi mereka bertiga sangat fit,” ucap Klopp, diplomatis.

Saat disinggung kapan Klopp akan memainkan Shaqiri, pelatih asal Jerman tdiak menjawab eksplisit. Burnley dikenal memiliki organisasi pertahanan sangat rapi dan disiplin. Klub-klub yang datang ke Stadion Turf Moor juga sering kesulitan. Anak-anak asuh pelatih Sean Dyche tidak hanya memiliki fisik sangat bagus tetapi juga sangat ahli memanfaatkan situasi bola mati (set-piece).

Postur Shaqiri yang hanya 169 cm tentu sangat tidak efektif untuk membantu mengantisipasi bola mati. Kendati begiu, Klopp diperkirakan kembali memainkan formasi 4-3-3 yang lebih mudah dikontrol dan menjamin kestabilan permainan ketimbang 4-2-3-1.

Setelah melawan Burnley, Liga Primer akan libur karena jeda internasional. Shaqiri akan membela timnas Swiss di beberapa pertandingan. Ia kemungkinan bisa dimainkan saat Liverpool menjamu Newcastle United, 14 September nanti. Rata-rata penguasaan bola Newcastle hanya 33,3 persen. Mereka baru mencetak satu gol dengan jumlah tembakan nomor dua terendah di liga. Namun, mereka juga cukup baik saat bertahan karena sejauh ini baru menerima 37 tembakan. Gaya Newcastle ini diyakini cocok dengan karakter bermain Shaqiri.*TRI CAHYO NUGROHO

 

I
Penulis
I Gede Ardy E