news
UMUM
Menpora: Tak Semua Cabor Olimpiade Masuk PON 2020
29 August 2019 11:00 WIB
berita
Ilustrasi pembukaan PON XIX/2016 Jabar.
JAKARTA – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) belum menentukan 10 cabang olahraga (cabor) yang akan dihilangkan dari Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua XX/2020. Ini menyusul keputusan dalam Rapat Terbatas (Ratas) dengan Presiden RI Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, awal pekan ini.

Ratas memutuskan jumlah cabor dalam PON 2020 berkurang dari 47 menjadi 37. Kala itu, Menteri Pemudan dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengatakan cabor yang nanti dipertandingkan harus mengacu pada Olimpiade. Namun, berkaca pada kondisi kondisi yang ada, bakal terjadi perubahan.




Baca Juga :
- Jadwal Superliga dan Kualifikasi Olimpiade Bentrok, Boca Frustrasi
- Demi Olimpiade 2024, Ada Kerja Sama Indonesia-Korsel Terkait Shin Tae Yong




Pria asal Bangkalan tersebut mengatakan, cabang Olimpiade tak bisa jadi satu-satunya acuan dalam menentukan yang dipentaskan. Pasalnya, Papua sudah telanjur membangun venue. Jadi, cabang non-Olimpiade yang lokasi pertandingannya sudah dibangun, hampir pasti dipertahankan.

“Sebaliknya, jika nanti ada cabang Olimpiade namun agak susah untuk diselenggarakan, bisa jadi akan di-drop. Intinya, segala aspek akan kami perhitungkan dengan matang karena yang paling penting adalah PON 2020 harus terselenggara dengan baik,” ujar Imam kepada TopSkor, Rabu (28/8).


Baca Juga :
- Medali Emas Atlet Angkat Besi Ukraina di Olimpiade London 2012 Dicabut
- Menantikan Para Atlet Mixed Martial Arts Berlaga di Olimpiade


Imam mengakui, idealnya, seluruh cabang Olimpiade seharusnya dipertandingkan di PON. Ini karena pesta olahraga terbesar dunia tersebut merupakan tujuan akhir dari pembinaan olahraga, termasuk di Indonesia. Tapi, jika arenanya tidak ada di Papua, maka Kemenpora harus menerimanya.

Masih menurutnya, pengurangan cabor turut berdampak pada rencana keterlibatan Provinsi Papua Barat dalam PON 2020. Imam memastikan, hanya Papua yang menjadi tuan rumah. “Jika venue-nya tak ada di Papua, kami tak bisa memaksakan. Semua harus paham kondisi yang ada di sana,” katanya.

Pria yang juga politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menambahkan, penentuan ke-37 cabor PON 2020 akan dilakukan dalam sepekan ke depan. Namun, menuju ke sana, pihaknya akan terus berkomunikasi dengan Panitia Besar (PB) PON demi tercapai keputusan terbaik untuk semua.

“Setelah muncul cabor mana saja yang nantinya dipertahankan maupun dicoret, kami akan langsung melaporkan kepada Bapak Presiden RI (Joko Widodo). Pekan depan, akan ada Ratas lagi dengan Beliau untuk membahas soal penyelenggaraan PON 2020 ini,” Menpora menambahkan.

Terpisah, Gubernur Papua Lukas Enembe mengatakan PON akan diselenggarakan di tiga cluster, masing-masing Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, dan Kabupaten Mimika. Jika melihat pada kesiapan, Mimika terus berprogres. Sekadar informasi, di lokasi ini terdapat Mimika Sports Center.

Jumlah tersebut berkurang dari rencana semula, di mana awalnya PB PON menetapkan lima cluster: Jayapura, Timika, Wamena, Biak, dan Merauke. Itu belum termasuk tambahan yang ada di Papua Barat. “Kami sudah menjelaskan kepada Pemerintah, hanya bisa menggelar PON di tiga wilayah,” katanya.

Jika merujuk pada jumlah cabor yang hanya 37, estimasi total peserta ada di angka 36.000 atlet. Lukas yang sebelumnya mengatakan ketidaksiapan, berbalik arah. Papua siap menyambut tamu-tamu daerah. Bahkan, ia menegaskan, gelaran PON di Bumi Cendrawasih bakal jadi ajang persatuan.

Usai pertemuan di Istana Negara, beberapa waktu lalu, Presiden mengatakan PON 2020 tak sekadar kompetisi untuk memperebutkan medali. Lebih dari itu, pesta olahraga  terbesar nasional tersebut bisa jadi momentum yang pas untuk kembali mempererat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

“Saya juga meminta kepada semua Menteri terkait, begitu juga dengan Gubernur Papua, untuk memantau langsung perkembangan kesiapan penyelenggaraan PON 2020,” kata sosok yang biasa disapa Jokowi tersebut.*KRISNA C. DHANESWARA

loading...
L
Penulis
Lily Indriyani Sukmawati
news
news