news
BULUTANGKIS
Ganda Putri Indonesia Raih Perunggu di Kejuaraan Dunia BWF 2019, Ini Komentar Pelatihnya
25 August 2019 22:08 WIB
berita
Greysia Polii/Apriyani Rahayu meraih medali perunggu di ajang Kejuaraan Dunia BWF 2019 / Foto: Dokumentasi PBSI
BASEL – Ganda putri sukses menyumbangkan medali perunggu di Kejuaraan Dunia BWF 2019, melalui pasangan Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Hasil ini sesuai dengan target awal pelatih ganda putri, Eng Hian yang mengatakan setidaknya Greysia/Apriyani mampu menyamai gelarnya di tahun 2018.

Pada World Championships 2018 di Nanjing, Tiongkok, Greysia/Apriyani juga pulang dengan medali perunggu.




Baca Juga :
- Hendra Setiawan Ungkap Masa-masa Getirnya Selama 25 Tahun Berkarier di Bulu Tangkis
- BWF Revisi Peraturan Kualifikasi Cabang Bulu Tangkis Olimpiade Tokyo


Usai pengalungan medali, pelatih ganda putri, Eng Hian, memberikan komentarnya. Dirinya  mengatakan bahwa Greysia/Apriyani telah  memenuhi target yang dibebankan olehnya.

“Kalau dari hasil, kan memang dari awal saya mengatakan paling tidak bisa menyamai dari hasil tahun lalu. Pertama untuk menjaga rangking poin, kemudian yang paling penting bisa menjaga kepercayaan diri mereka,”  ucap Eng Hian.


Baca Juga :
- Praveen Jordan: Tontowi Ahmad Itu Sosok yang Rendah Hati dan Haus Gelar
- Indonesia Open Bakal Digelar pada 17-22 November 2020


“Karena dari hasil tiga turnamen kemarin itu kurang bagus. Ternyata kalau mereka itu dapat melakukan persiapan yang bagus, disiplin di lapangan, kualitas mereka semestinya kan sudah di top level.”

“Jadi yang saya sudah sampaikan juga ke mereka kemarin, untuk tetap menjaga terus konsistensi dalam persiapan sebelum main, fokusnya di lapangan, disiplin di lapangan dan paling penting mereka tetap menjaga kontrol diri supaya nggak show off. Yang saya lihat kemarin trennya cukup baik,”  tambahnya.

Final sektor ganda putri di Kejuaraan Dunia BWF 2019 sendiri mempertontonkan All Japan Final, yakni pasangan Mayu Matsutomo/Wakana Nagahara  vs Yuki Fukushima/Sayaka Hirota. Pertandingan dimenangkan oleh Matsutomo/Nagahara.  ***

 

M
Penulis
Muhammad Pratama Supriyadillah