news
UMUM
Sesuai Rencana, Fakhri Mengatur Performa Pemain Selama Fase Grup
15 August 2019 14:04 WIB
berita
HO CHI MINH – Sekilas jika melihat rentetan hasil pertandingan timnas Indonesia U-18 dalam babak grup Piala AFF U-18 2019, ada penurunan kualitas permainan. Namun, jika diperhatikan dengan seksama, sejatinya pelatih timnas Indonesia U-18 Fakhri Husaini sedang mengatur performa terbaik pemain.

Pada tiga laga awal, saat jumpa Filipina, Timor Leste, dan Brunei Darussalam, Garuda Muda selalu pesta gol. Berikutnya pada pertandingan keempat melawan Laos, Indonesia unggul dengan skor tipis 2-1, lantas bermain imbang 1-1 saat jumpa Myanmar di Stadion Thong Nhat, Ho Chi Minh pada Rabu (14/8) sore.




Baca Juga :
- Kepada Media Lebanon, Hussein El Dor Bercerita Mengapa Menolak Liga Malaysia dan Memilih Indonesia
- Virus Corona Bukan Satu-satunya yang Menghentikan Kompetisi Liga 1, tapi...


Harapan Fakhri, semua pemain bisa tampil prima dalam laga semifinal menghadapi runner-up Grup B, yang baru akan diketahuhi hari ini. Ada tiga lawan yang kemungkinan dihadapi, yakni Malaysia, Australia, dan Vietnam. Mengingat lawan pada babak ini kian berkualitas, Fakhri merasa perlu menurunkan intensitas permainan.

Saat melawan Myanmar contohnya, selama 45 menit babak pertama, Alfeandra Dewangga dan kawan-kawan tampil dengan intensitas sedang. Selain karena cuaca di kota Ho Chi Minh sedang sangat terik, mencapaai 33 derajat celsius, pemain diinstruksikan tidak menerapkan permainan rapat menekan atau pressing.


Baca Juga :
- Tak Bisa Pulang ke Mali, Makan Konate Melepas Rindu lewat Video Call dengan Istri
- Kisah Indra Thohir: Diantarkan Solihin GP ke Persib, Transformasi ke 3-5-2, hingga Jadi Pelatih Terbaik AFC


Sayangnya, pemain kehilangan konsentrasi pada awal babak kedua, sehingga bisa kebobolan pada menit ke-50 lewat aksi Hein Htet Aung. Gol inil yang mengembalikan karakter awal Indonesia. Indonesia pun berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-68 lewat tendangan bebas Rizky Ridho Ramadhan.

Namun, Fakhri tetap kecewa dengan hasil imbang atas Myanmar. Menurutnya, Indonesia saharusnya bisa mengakhiri pertandingan ini dengan kemenangan, karena banyak peluang yang tercipta. Kekecewaan lainnya, pemain pelapis yang diturunkan sebagai starter tak memperlihatkan semangat juang ingin menang.

“Harusnya ini jadi momentum buat mereka (pemain pelapis) jadi starter untuk memberikan kontribusi lebih besar pada tim. Dari aspek fisik, mereka lebih bugar ketimbang pemain yang sudah tampil tiga hingga empat kali beturut-turut,” kata Fakhri kepada TopSkor, seusai pertandingan.

Sementara itu, bek andalan Fakhri yang adalah pencetak gol ke gawang Myanmar Rizky Ridho dipastikan absen dalam laga semifinal. Itu karena Ridho telah mengantongi dua kartu kuning. Kartu kuning pertama ia peroleh saat jumpa Timor Leste, sedangkan kartu kedua diperoleh saat jumpa Myanmar.

Selain Ridho, Mochammad Supradi juga diprediksi absen. Winger Persebaya ini mengalami cedera kambuhan pada pergelangan kaki kanannya saat jumpa Laos. Dalam laga melawan Myanmar, Supriadi duduk di tribune penonton, tidak di bangku cadangan. Ia juga masih berjalan dengan kondisi tertatih-tatih.

Walau begitu, Fakhri tak terlalu khawatir. Baginya, tim tak boleh kehilangan kepercayaan diri karena absennya satu atau dua pemain. Untuk posisi sayap Fakhri masih punya Fajar Faturachman, sedangkan untuk bek tengah ada I Komang Teguh dan Muhammad Fadhil Aditya. “Kami masih punya 21 pemain lainnya,” kata Fakhri.***ABDUL SUSILA

 

R
Penulis
Rizki Haerullah
news
news