news
LIGA INGGRIS
Newcastle Segera Datangkan Penyerang Sayap Nice
02 August 2019 15:39 WIB
berita
Newcastle dikabarkan bakal merampungkan transfer winger Allan Saint-Maximin dari Nice./AFP
NICE - Kamis (1/8) kemarin, perwakilan Newcastle United dikabarkan sudah berada di Nice, Prancis, untuk merampungkan transfer Allan Saint-Maximin. Lee Charnley selaku Managing Director Newcastle akan menuntaskan negosiasi selama beberapa pekan terakhir untuk memboyong penyerang sayap (winger) milik OGC Nice tersebut.

Seperti dikutip media Prancis, RMC, baik Newcastle maupun Nice tidak masalah dengan kesepakatan senilai 16,5 juta paun (sekira Rp282,5 miliar) plus sejumlah bonus. Tidak diketahui mengenai durasi kontrak untuk winger 22 tahun tersebut. Yang pasti, sejumlah masalah “detail” tengah dibahas oleh Newcastle dan Nice.




Baca Juga :
- Liverpool Akan Jadikan Saka Pesaing Robertson
- Klopp Curhat soal Penyebab Kegagalan The Reds di Liga Champions, Katanya Efek Kekhawatiran Virus Corona


Agen Saint-Maximin pun optimistis kepindahan kliennya tidak akan ada kendala sama sekali. Jika semua negosiasi Newcastle dan Nice lancar, The Magpies akan mengalahkan Watford FC, klub Liga Primer lain yang juga memburu Saint-Maximin.

Hingga menjelang berakhirnya transfer musim panas, The Magpies baru mendatangkan Joelinton, penyerang 22 tahun milik TSG Hoffenheim yang sejak 2016 dipinjamkan ke Rapid Wien. Padahal, pelatih baru Newcastle, Steve Bruce, sangat butuh pemain baru setelah ditinggal dua pilar di lini depan.


Baca Juga :
- Piala FA dan Piala Liga Inggris 2020/21 Mungkin Tidak Digelar
- FA Cup: Manchester City Melaju ke Perempat Final Usai Kalahkan Sheffield Wednesday


Ayoze Perez, pencetak 12 gol di Liga Primer musim lalu, pindah ke Leicester City FC. Adapun Salomon Rondon, yang membuat 11 gol di Liga Primer lalu, setelah dikembalikan ke West Bromwich Albion, kini pindah ke Liga Super Cina dengan memperkuat Dalian Yifang.

Saint-Maximin bisa dibilang tipe winger murni. Dibesarkan oleh Akademi AS Saint-Etienne namun lama menjadi pemain AS Monaco FC, posisi terbaiknya adalah sayap kiri dengan formasi 4-3-3. Tetapi, Saint-Maximin mampu bermain bagus sebagai gelandang serang di St-Etienne dan saat dipinjamkan ke Hannover 96 di Bundesliga 2.

Saat Christophe Gaultier menangani St-Etienne, pemain asal Prancis itu juga kerap menjadi striker. Hal yang sama dilakukan pelatih Rui Almeida saat Saint-Maximin dipinjamkan ke SC Bastia pada 2016/17.  

Saint-Maximin meninggalkan Monaco untuk bergabung dengan Nice pada 2017/18. Tetapi, performa Saint-Maximin cenderung tidak stabil. Musim lalu, ia mencetak enam gol dan lima assist di Ligue 1, atau yang tertinggi sepanjang karier. Saint-Maximin pun dinilai tidak mampu melakukan finishing atau membuat keputusan di sepertiga akhir area lawan.

Masih musim lalu, Saint-Maximin mampu rata-rata melakukan dribel 4,2 per laga. Kedua terbaik di Ligue 1 dan hanya kalah dari Hatem Ben Arfa, gelandang serang Stade Rennes FC. Namun pada saat yang sama, Saint-Maximin ada di posisi ketiga dari bawah untuk statistik menyentuh bola per laga.

Pergantian formasi Nice menjadi 3-4-2-1 oleh pelatih Patrick Vieira – yang datang pada Juli 2018 – disinyalir memengaruhi performa Saint-Maximin. Ia sering hanya sebatas mengancam gawang lawan dan hampir selalu gagal saat mendapat peluang. Perginya striker Mario Balotteli, Januari lalu, memaksa Vieira mendorong Saint-Maximin sebagai penyerang tengah namun gagal bersinar.*TRI CAHYO NUGROHO

I
Penulis
I Gede Ardy E
news
news