news
LIGA 1
Sepak Bola Bukan Perang
31 July 2019 17:48 WIB
berita
Sepak bola bukan perang/Foto Dani Wihara
BANDUNG -- Robert Alberts mengakui Persib Bandung kalah kualitas saat tampil di Stadion Kanjuruhan, Malang. Dan harus mengakui ketangguhan Arema FC 1-5. 

Yang sulit diterimanya, di tempat lain ada laga yang bisa ditunda dengan kondisi serupa. Dan jadwal laga bisa diulang.




Baca Juga :
- APPI: Para Pemain Ingin Kompetisi Dilanjutkan dengan Protokoler Kesehatan, tapi Jangan Abaikan Hak Pemain
- Persipura Bertekad Melawan Rasisme pada Sepak Bola Indonesia


"Tapi buat Persib itu tidak berlaku. Karena itu kita tetap datang ke stadion agar tidak terkena hukuman," kata Robert di Bandara Husain Sastranegara, Bandung.

Sebelumnya, menurut pria berpaspor Belanda, timnya akan mundur. Pasalnya, pemain sudah merasa ketakutan. Tapi karena ancaman hukuman berat, rencana itu urung dilaksanakan.


Baca Juga :
- Pelatih Persebaya Aji Santoso: Sulit Terapkan New Normal di Sepak Bola
- Selalu Bugar dan Fit, Gelandang Persib Omid Nazari Gatal Unjuk Gigi pada Kompetisi Liga 1


"Ini isu besar bagi saya. karena seharusnya sepak bola bisa dinikmati oleh semuanya," bilang mantan pelatih PSM Makassar pada wartawan, Rabu (31/7).

Gelaran sepak bola, menurutnya, bisa dinikmati pecandu sepak bola. Bukan malah memunculkan teror. Dan membuat tim lawan kesusahan. 

Hingga harus menggunakan baraccuda untuk ke stadion dengan alasan keselamatan. Padahal orang datang ke stadion untuk mencari hiburan.

"Ini bukan perang. Kita ke stadion bukan untuk berperang. Ini sepak bola. Tidak perlu lakukan cara-cara lain untuk memenangkan pertandingan," cerita Robert yang berharap bobotoh tidak melakukan cara yang sama untuk menang.

news
Penulis
Dani Wihara
tukang tulas tulis persib bandung