news
LIGA ITALIA
Ini Lima Indikasi Inter Memiliki Prospek Cerah
27 July 2019 13:33 WIB
berita
Skuat FC Internazionale berlatih di Makau jelang laga lawan Paris Saint-Germain.-Topskor.id/istimewa-
NANJING - Hari ini FC Internazionale akan terbang ke Makau. Di kota Casino itu, mereka akan dijamu Paris Saint-Germain dalam laga persahabatan. Ajang tersebut menjadi laboratorium bagi Antonio Conte untuk memantapkan strategi permainannya.

Dalam pertandingan lawan Juventus FC di International Champions Cup 2019, pelatih telah menyaksikan karakter Inter seperti yang diharapkannya. Para pemain pulang dengan kostum basah oleh keringat akibat mati-matian mempertahankan kendali di lapangan. Mereka pun mengaplikasikan semua materi yang sudah dipelajari selama latihan.




Baca Juga :
- Juve dan Pers di Turin Baper setelah Ronaldo Tidak Terpilih sebagai Pemain Terbaik
- Pelatih Getafe, Jose Bordalas, Mewaspadai Kemarahan Conte


Ada lima poin yang mengindikasikan tim tersebut memiliki prospek cerah musim depan. Pertama, pergantian permainan. Pilihan taktik Conte yang presisi untuk formasi 3-5-2 dengan para pemain sayap mengambil peran penting. Antonio Candreva dan Dalbert Henrique sering saling mencari, dengan membuka lapangan 40-50 meter. Keduanya berpindah dari satu sisi menuju ke sisi sebaliknya, tanpa sekali pun mencampuri urusan di lapangan tengah. Efeknya serangan ke sisi lemah tim lawan lebih cepat.

Bersama Luciano Spalletti, aksi I Nerazzurri dimulai dari kiper, banyak melibatkan Samir Handanovic. Sekarang Conte sering memberi tepuk tangan kepada Milan Skriniar dan mengundang pemain untuk berusaha main secara vertikal. Dua gelandang dalam berpartisipasi melancarkan aksi ini, bukan hanya Marcelo Brozovic.


Baca Juga :
- Szczesny Kiper Terbaik Seri A meski Rapornya di Bawah Handanovic dan Musso
- Preview Inter Milan vs Getafe: Alexis Sanchez bagai Mesin yang Kembali Berfungsi


Ide pelatih adalah memudahkan pergerakan bek dan kiper. Dengan cara ini, ada lebih banyak waktu dan ruang untuk bermain lebih bersih.

Spalletti membentuk Inter menjadi salah satu tim dengan rata-rata penguasaan bola terbaik di Seri A 2018/19. Persentasenya selalu di atas 50 persen dalam satu laga. Conte ingin mengulangi prestasi tersebut hanya saja dengan strategi berbeda, yakni pergerakan vertikal yang sangat cepat.

Bekerja di bawah allenatore 49 tahun itu artinya harus mau menguras energi. Pemain butuh tenaga ekstra karena mesti melakukan pressing  jauh ke depan. Dalam hal ini juga tidak jauh berbeda dengan ide Spalletti tapi dengan sedikit perbedaan dikarenakan formasi.

Dengan Spalletti, hampir selalu hadir trequartista dalam formasi 4-2-3-1 (Radja Nainggolan) untuk menyerang pemain lawan yang membawa bola. Bersama Conte, tugas itu diemban Brozovic. Gelandang Kroasia tersebut diminta meninggalkan areanya di depan lini pertahanan untuk membantu tim untuk menjalankan permainan agresif.

Inter yang akan bersaing dengan Juve di musim baru akan tampil sinis dan penuh determinasi seperti yang diminta pelatih. Seperti yang terlihat dalam pertandingan melawan I Bianconeri, tim mencari celah di area lawan. Konsep ini mungkin akan kembali diterapkan ketika melawan PSG.

Solusi Icardi

Setelah dipulangkan oleh pelatih, Mauro Icardi berlatih sendiri di Appiano Gentile. Striker tersebut tampaknya ingin memastikan kondisinya fit untuk tim baru. Presiden Inter Steven Zhang berusaha mencari jalan keluar untuk pemain asal Argentina itu.

“Icardi seorang pemain hebat, baik secara pribadi dan menolong klub dengan gol-golnya. Kami yakin akan menemukan solusi terbaik untuknya. Kami tidak akan memikirkan kembali,” ujarnya kepada Corriere della Sera. Zhang Jr. telah membuka pintu tinggal SSC Napoli atau Juventus FC menindaklanjuti.

Sementara itu, Nainggolan yang memiliki nasib setali tiga uang dengan Icardi, sudah melihat jalannya sendiri. Gelandang berjuluk Il Ninja tersebut ingin kembali ke pelukan Cagliari Calcio. Tim yang melambungkan namanya.*** Dari berbagai sumber

X
Penulis
Xaveria Yunita