news
LIGA INTERNASIONAL
Karier Penyerang Aljazair Ini Nyaris Tamat karena Doping
19 July 2019 14:30 WIB
berita
Penyerang Aljazair, Youcef Belaili, mengibarkan bendera Aljazair saat merayakan timnya ke final Piala Afrika 2019.
KAIRO - Piala Afrika 2019 akan segera berakhir. Jumat (19/7) atau Sabtu dini hari WIB, akan diketahui siapa yang akan menjadi Raja Afrika ketika Aljazair dan Senegal berduel dalma laga final. Aljazair mencoba untuk merengkuh gelar setelah kali terakhir meraihnya pada 29 tahun lalu.

Sedangkan Senegal memiliki misi meraih gelar bergengsi dalam sepak bola Afrika ini untuk kali pertama. Dari kedua finalis ini, ada sosok yang menarik yaitu Mohamed Youcef Belaili.




Baca Juga :
- Terungkap, Penyebab Mahrez Tidak Turun di Community Shield
- Usai Menjuarai Piala Afrika, Mahrez Rindu Leicester


Belaili adalah bintang Aljazair yang menjadi contoh bagaimana seorang pemain mampu bangkit dari keterpurukan, ketika kariernya nyaris tamat karena kasus doping. Pemain 27 tahun tersebut yang mencetak gol ke gawang Senegal ketika kedua tim bertemu dalam fase grup, gol yang menentukan timnya melangkah ke fase knockout atau 16 besar.

Belaili pun kemudian mengingatkan publik sepak bola Afrika terkait kasus yang menimpanya pada 2015 silam. Ketika itu, Belaili dinyatakan terbukti menggunakan doping. Dengan kasus ini, dia pun awalnya mendapatkan sanksi tidak boleh tampil dalam dua tahun.


Baca Juga :
- Napas Baru Aljazair
- Daftar Juara Piala Afrika, Aljazair Akhiri Penantian 29 Tahun, Mesir Masih Terbanyak


Kasusnya sendiri saat itu menegaskan bahwa ada unsur doping dari shisha yang digunakannya. Belaili kemudian sempat menyatakan bahwa dirinya tidak dengan sengaja. Artinya, dia menghisap sisha tersebut tanpa tahu bahwa ada unsur doping. Ironisnya, ketika tes dilakukan kembali, Belaili malah mendapatkan hukuman yang lebih berat, empat tahun tidak boleh bermain.

Beruntung, setelah banding yang dilakukannya, sanksinya dikurangi menjadi dua tahun. Belaili kemudian menjalani sanksi tersebut. Sejak September 2015 hingga 28 Oktober 2017, praktis dirinya menganggur, tidak bermain dalam laga resmi.

Kini, semua sudah berlalu dan dia kini justru menjadi salah satu bintang Aljazair yang berhasil melangkah ke final. Kasus tersebut pun membuat dirinya semakin termotivasi. Sebelum tampil bersama timnas dalam Piala Afrika 2019 ini, Belaili merupakan penyerang yang membawa klubnya, Esperence, meraih gelar Liga Tunisia dan juga dua kali meraih gelar Liga Champions Afrika.

Itu diraihnya setelah dirinya kembali bisa bermain atau telah menjalani sanksi tersebut. Dengan penampilannya di klub, Belaili pun mendapat kesempatan untuk masuk timnas. Total, dalam Piala Afrika 2019 ini, Belaili telah menorehkan dua gol. Belaili juga menjadi bagian dari sukses timnya saat mencetak gol dalam drama adu penalti menghadapi Pantai Gading dalam perempat final.

“Dalam Piala Afrika 2019 ini, kami tahu harapan publik Aljazair kepada kami sangat tinggi. Karena itu, kami selalu berambisi tampil dengan kemampuan terbaik. Kami tidak ingin pulang dengan tangan kosong,” kata Belaili.

Sukses Belaili tidak terlepas dari rekan setimnya di lini depan, Baghdad Bouned. Keduanya sudah saling mengenal lama, ketika masing-masing bermain untuk RCG Oran, sebuah klub dari divisi bawah Liga Aljazair.

“Itu tempat (klub) yang sangat keras untuk memulai karier sebagai pemain sepak bola,” kata Belaili, mengenang. Pada Piala Afrika 2019 ini, Aljazair total telah menorehkan 12 gol dari sejak penyisihan grup. Tim ini salah satu yang produktif. Riyad Mahrez, Adam Ounas, dan Belaili, merupakan pencetak gol produktif bagi timnya.***

 

I
Penulis
Irfan Sudrajat
news
news