news
LIGA SPANYOL
Senjata Valencia di Udara Bernama Maxi
19 July 2019 13:37 WIB
berita
Keberadaan Maxi Gomez di lini serang Valencia musim ini akan menjadi ancaman bagi tim lawan.Topskor/Ist
VALENCIA –Maxi Gomez bisa menjadi puzzle yang selama ini hilang dalam strategi yang diusung Marcelino Garcia Toral, pelatih Valencia CF. Maxi datang dengan membawa gaya lain yang tidak dimiliki penyerang Valencia sebelumnya, yakni punya kekuatan dalam menanduk bola. Eks striker Celta Vigo ini bisa memberi ancaman udara yang kurang dimiliki Marcelino, terutama pada perjuangannya bersama Los Che, julukan Valencia (sejak melatih 1 Juli 2017).

Faktanya, ia adalah top scorer ketiga sundulan La Liga musim lalu. Dari 13 golnya di Liga Spanyol 2018/19, empat di antaranya diciptakan lewat kepala. Jumlah itu sama dengan Jonathan Calleri (Deportivo Alaves) dan hanya kalah dari enam milik Cristian Stuani (Girona FC) dan delapan Karim Benzema (Real Madrid).




Baca Juga :
- Konyol! Putri Pemilik Valencia Bikin Panas Para Penggemar Klub dengan Menuliskan Pesan Kontroversial di Insta Story
- Memasukkan Griezmann di Babak Kedua lawan Celta Vigo, Pelatih Setien Dimarahi Beberapa Pemain Barcelona


Mengandalkan skema 4-4-2 dengan dua sayap agresif di kedua sisi, striker yang bisa kuat bertarung di udara memang sangat penting (untuk menyambar umpan silang). Selain itu Maxi juga bisa menjadi pemain kunci dan membuat klub lebih menakutkan kala mendapatkan peluang lewat bola mati; sepak pojok ataupun tendangan bebas.

Valencia sendiri di La Liga musim lalu mencetak sembilan gol lewat sundulan. Itu sama dengan yang ditorehkan Levante UD dan Villarreal CF, berada di belakang Madrid (14), Girona (11), dan CD Leganes, Alaves, Celta, SD Eibar (10). Mouchtar Diakhaby jadi yang tersubur untuk Los Che dalam hal ini dengan dua gol.


Baca Juga :
- Iago Aspas Gagalkan Kemenangan Barcelona, Posisi di Klasemen Makin Terancam oleh Madrid
- Preview Celta Vigo vs Barcelona: Balaidos Bisa menjadi Neraka bagi Barca


Sementara untuk striker yang dimiliki, Kevin Gameiro, Rodrigo Moreno, Ruben Sobrino, dan Santi Mina sama-sama hanya mencetak satu gol tandukan. Jumlah yang sama dengan yang ditorehkan Denis Cheryshev (winger), Ezequiel Garay (bek tengah seraya Diakhaby), dan Geoffrey Kondogbia (gelandang).

“Dia punya profil yang sebelumnya belum dimiliki Valencia. Jika Maxi ditaruh di kotak penalti, maka tim akan punya ruang untuk menyelesaikan peluang udara dan jadi lebih kuat di permainan bola mati. Ia pun sudah biasa bekerja berat, berjuang keras saat di Celta,” kata Juan Sanchez, striker yang juga pernah bermain di Celta dan Valencia.

Penyerang anyar Los Che ini tak hanya kuat soal tandukan, tapi bergaya main seraya Luis Suarez (striker FC Barcelona). Maxi bisa berperan turun hingga ke tengah lapangan, mengontrol bola untuk membuka ruang bagi para rekannya, dan mengalirkan bola kemudian kembali naik. Itu membuat tim punya transisi cepat di serangan balik.Ia dan Suarez memang sama-sama berasal dari Uruguay dan striker 22 tahun ini bisa jadi penerus utama seniornya yang sudah 32 tahun. “Adalah sebuah kebanggaan bisa disamakan dengannya sebab ia melakukan semua hal dengan sangat baik,” kata Maxi yang sejak Kamis (18/7), sudah mulai berlatih dan pada Jumatnya akan terbang ke kamp latihan tim di Crans Montana, Swiss. Dia mungkin akan merasakan menit main dengan kostum Los Che saat laga uji coba menghadapi AS Monaco, Sabtu (19/7).* TAUFANI RAHMANDA DARI BERBAGAI SUMBER

 

ANGKA

11: Untuk musim pertamanya di La Liga, 2017/18, Maxi bahkan mencetak 11 gol lewat sundulan dari total 18 gol yang ditorehkan.

D
Penulis
Dini Wulandari