news
LIGA INTERNASIONAL
Lionesses Alihkan Fokus
04 July 2019 07:56 WIB
berita
Pelatih tim putri Inggris Phil Neville (tengah) menghibur kapten Stephanie Houghton usai dibekap AS di semifinal Piala Dunia 2019.
LYON – Kekecewaan besar dialami timnas putri Inggris. Mimpi untuk mengangkat trofi Piala Dunia Wanita untuk kali pertama gagal terwujud. Ini menyusul kekalahan 1-2 dari juara bertahan Amerika Serikat (AS) dalam semifinal, Selasa (2/7). Kini, Lionesses hanya bisa berharap mengulang pencapaian empat tahun lalu, finis di peringkat ketiga.

Sebagai satu dari tiga semifinalis asal Eropa di Piala Dunia Wanita 2019 Prancis, Inggris juga otomatis lolos ke Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang. Lionesses nantinya akan tampil di ajang multievent tersebut sebagai bagian dari tim Britania Raya bersama Irlandia Utara, Skotlandia, serta Wales.




Baca Juga :
- Enam Petinju Pelatnas Dipersiapkan Rebut Tiket Olimpiade di Kejuaraan Dunia 2021
- Tiga Atlet Panahan yang Dicoret Bisa Kembali ke Pelatnas Olimpiade, Tapi Syarat Ini Harus Dipenuhi


“Begitu pertandingan (lawan AS) ini berakhir, hal pertama yang ada dalam pikiran saya adalah bagaimana cara untuk menang (pada perebutan tempat ketiga) Sabtu (6/7) nanti. Kedua, bagaimana memenangi medali emas Olimpiade,” ujar Phil Neville, pelatih Inggris.

Pelatih 42 tahun tersebut memang tidak ingin Stephanie Houghton dan kawan-kawan terus larut dalam kekecewaan. Meski gagal melewati adangan AS, Neville menilai para pemainnya telah berusaha memberikan performa maksimal. Hanya saja, Lionesses tidak bisa mengatasi tekanan seperti yang dilakukan pasukan Jillian Ellis.


Baca Juga :
- PB Perpani Coret Tiga Atlet Pelatnas Panahan Olimpiade Tokyo karena Tidak Kunjung Memenuhi Panggilan
- Impian The Minions Menjadi Juara Olimpiade Muncul Setelah Menonton Kemenangan Hendra Setiawan/Markis Kido di Beijing 2008


Untuk itu, ia berharap Inggris dapat mengambil pelajaran dari kekalahan dari AS untuk menghadapi laga-laga berikutnya. Pasalnya, Neville meyakini skuat Lionesses memiliki prospek positif. Perjalanan tim yang ada saat ini masih panjang. Target terdekat tentu memastikan peringkat ketiga Piala Dunia.

Setelah itu, Neville dan para pemainnya memiliki dua turnamen penting, Olimpiade yang bergulir tahun depan serta Piala Eropa (Euro) Wanita 2021 di mana Inggris akan menjadi tuan rumah. Tentu saja mereka ingin berjaya di negeri sendiri. Sang pelatih optimistis Lionesses mampu bangkit dan terus berkembang menjadi tim solid.   

“Kami memiliki rencana untuk tiga tahun ke depan. Akhir pekan ini saya akan melihat bagaimana tim merespons (kekalahan dari AS). Saya sangat yakin para pemain tak akan mengecewakan karena mereka tidak pernah melakukannya,” ujar Neville. “Kami tidak akan berhenti sampai di sini.”*I GEDE ARDY ESTRADA DARI BERBAGAI SUMBER

4 – Kekalahan dari AS menjadi yang keempat dialami Inggris dari 23 laga sejak dilatih Phil Neville pada 17 Januari 2018.

T
Penulis
Tri Cahyo Nugroho