news
LIGA 1
Tak Pernah Menang di Surajaya, Pelatih Persija Cuek
19 June 2019 11:25 WIB
berita
Suasana latihan Persija bersama pelatih Julio Banueles tampak hangat - Persija/Ady Sesotya
JAKARTA – Pelatih Persija Julio Banuelos Saez, optimistis akan menjalani debut dengan manis di markas Persela, Sabtu (22/6) nanti. Pelatih berkebangsaan Spanyol tersebut mengaku tak sabar menantikan laga resmi pertamanya. Gelombang di dadanya, saat ini sedang bergelombang.

Sebagai pelatih yang sama sekali tak diperhitungkan, karena lebih dominan menjadi asisten pelatih, ia sangat tertantang. Prediksi banyak kalangan, yang memperkirakan dirinya tak akan menyutradarai Persija hingga akhir musim nanti, ingin ia patahkan lewat filosofi permainan yang ia bangun.




Baca Juga :
- Singkirkan Rivalitas, Persib dan Persija Bersatu melawan Corona
- Evan Dimas Mampu Menjadi Sniper dan Kreator Permainan Persija


Sayangnya, Persija tak punya rekam jejak mentereng di Stadion Surajaya, kandang Persela. Sejak 2012, dalam 13 pertemuan, Persela tak pernah kalah di kandang. Beruntungnya, kenagkeran Surajaya mulai runtuh. Dalam tiga laga kandang terakhir, Laskar Joko Tingkir tak pernah menang. 

Namun, bagi Julio, rekor buruk tersebut hanyalah sejarah. Menurutnya, hanya orang-orang yang menatap ke depan yang akan menciptakan sejarah. Ia ingin jadi pembuat sejarah baru. “Saya tidak tahu soal Persija tak pernah menang di sana (markas Persela). Tapi saya mau menang, itu yang paling penting,” ucap Julio.


Baca Juga :
- System of Play Tim Liga 1 2020: 4-3-3 Favorit, 5-3-2 ''Dipromosikan'' Persik
- Analisis Liga 1: Bek Asing Bukan Jaminan


Pria 48 tahun itu mengaku, belum tahu banyak soal kompetitor Persija dalam kompetisi, termasuk Persela. Namun begitu, tim kepelatihannya sudah menganalisis beberapa pertandingan Persela pada 2019 lewat tayangan video. Dari analisis itu, Julio mulai merancang strategi permainan.

Dalam tiga pertandingan awal Liga 1 musim ini, Persela sudah 10 kali kebobolan. Ini jumlah terbanyak dibanding dengan kontestan Liga 1 lainnya. Walau begitu, Julio mengatakan, ia tak ingin terkecoh. Tiga pertandingan tersebut tercipta sebelum kompetisi diliburkan selam tiga pekan.

Mantan asisten pelatih Luis Milla, saat menangani timnas Indonesia itu menyebut motivasi Persela sama seperti Persija: meraih kemenangan perdana musim ini. “Menurut pengamatan saya, mereka tim bagus. Memiliki banyak pemain muda bagus. Saya pikir akan sulit melawan mereka di kandang,” katanya.

Julio pun terus berupaya mengobarkan optimisme pemain. Keroposnya lini tengah, karena absennya Ramdani Lestaluhu dan Sandi Darma Sute, dinilainya sebagai daya dorong bagi pemain  lainnya. Inilah saat yang tepat bagi pemain lainnya untuk memperlihatkan kemampuannya.

Khususnya bagi Yan Pieter Nasadit,  Fitra Ridwan, dan Nugroho Fatchur Rahman. Dari tiga nam ini, dua nama pertama paling mungkin tampil mendampingi Rohit Chand dan Bruno Matos. Berdasarkan pengamatan TopSkor dalam latihan rutin Persija, Fitra berkesempatan lebih besar.

“Siapapun yang diturunkan pelatih nantinya, kami semua harus siap. Tim ini saya akui memang harus memulai dari awal lagi. Tapi, kalau saya dikasih kesempatan main, saya akan kasih yang terbaik," kata Fitra. Gelandang asal Aceh ini beranggapan, melawan Persela akan sangat menentukan perjalanan Persija.* Furqon Al Fauzi

news
Penulis
Abdul Susila
Pejalan kaki untuk gunung-gunung tropis Indonesia. Mencintai sastra, fanatis timnas Garuda, dan sedang aktif di sepak bola usia dini. Anak pertama dari tiga bersaudara.
news
news