Lancarkan Serangan Body Shot, Petinju Berjulukan The Chinese Ini Rebut Gelar Lowong WBO

Oleh Dedhi Purnomo 02 August 2020 13:06 WIB

UNCASVILLE – Pertarungan tinju dunia kembali digelar tanpa penonton. Kali ini agak spesial lantaran ada gelar juara dunia lowong yang diperebutkan. Adalah sabuk juara dunia kelas bulu junior WBO yang lowong setelah petinju asal Filipina, Emanuel Navarette melepasnya.

Lalu, sabuk itu pun diperebutkan oleh dua petinju asal Amerika Serikat, Angelino Leo lawan Tramaine Williams. Pertarungan dipentaskan di Mohegan Sun Arena, di Uncasville, Connecticut, AS pada Sabtu (1/8) malam waktu setempat atau Minggu siang WIB. Hingga usai empat ronde, pertarungan terlihat berlangsung imbang.

Pemenang di pertarungan ini akan ditentukan oleh petinju mana yang punya strategi yang lebih tepat. Rupanya, Leo yang dengan cermat terus-menerus menyerang Williams dengan body shot. Hasilnya sangat terlihat karena Williams jadi kewalahan bertahan dan sulit melakukan serangan balik.

Tenaga Williams pun banyak terkuras tapi bisa bertahan tak sampai jatuh. Namun, Leo terus mengumpulkan poin mulai ronde 5 hingga 12. Setelah itu, juri pun mengeluarkan perhitungannya yaitu 117-111, 118-110, dan 118-110 untuk kemenangan Leo. Kini, sabuk itu pun jadi milik Leo.

Leo cukup unik lantaran punya julukan The Chinese yang artinya orang Cina. Ini julukan yang sama seperti yang dimiliki petinju Indonesia Daud “Cino” Yordan. Leo sendiri baru berusia 26 tahun tapi sudah menjalani 19 pertarungan dan menang semua. Kurangnya, jumlah kemenangan KO-nya hanya sembilan.*

Berita Terkait