Tidak Disangka, Para Bintang Muda Persija dan Persebaya Ini Mencuat dalam Ajang Piala Gubernur Jatim

Oleh Kunta Bayu Waskita 20 February 2020 11:30 WIB

JAKARTA – Piala Gubernur Jawa Timur (PGJ) 2020 akhirnya mencapai babak puncak. Sejak bergulir 10 Februari lalu, ada 14 pertandingan yang dimainkan dari total delapan peserta. Dari sana terlihat efek positif turnamen pramusim ini. Yakni bintang muda baru bermunculan, mencuat bersama tim yang sebelumnya tidak pernah diperkirakan.

Selain mematangkan persiapan jelang Liga 1 2020, ajang pramusim macam PGJ memang dijadikan kesempatan klub-klub untuk melihat potensi pemain yang ada di skuat. Tanpa terkecuali pemain muda. Peluang yang diberikan pelatih pun terbukti tidak disia-siakan, banyak dari mereka tampil maksimal dan mencuri perhatian.

Potensi-potensi bermunculan. Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya selaku dua finalis menjadi contoh konkret bahwa sukses mereka ke partai puncak juga berkat bantuan bintang muda baru. Dari tim ibu kota, nama Adrianus Dwiki melejit jadi bagian penting tim sehingga pelatih Sergio Farias terus memercayainya.

Gelandang 19 tahun asal Semarang ini unjuk gigi di tengah banyaknya pemain bintang Macan Kemayoran. Dua laga terakhir (salah satunya semifinal) ia bahkan terus menjadi bagian starting eleven. Meski muda, Dwiki tidak canggung dan mampu mengimbangi Rohit Chand dan Tony Sucipto di tengah.

“Fenomena bermunculannya bintang baru menunjukkan sisi positif PGJ. Itu membuktikan potensi hebat selalu ada di Indonesia. Tinggal pelatih harus memperlakukan mereka dengan benar. Seperti tetap memberi peluang karena itu penting bagi si pemain,” kata pengamat sepak bola, Supriyono Prima, Rabu (19/2).

Dari sisi Persebaya lebih kaya lagi. Sejak awal PGJ, pelatih Aji Santoso memang langsung memberikan ruang besar untuk para pemain muda. Di laga pertama lawan Persik Kediri, pemain-pemain asing dipinggirkan, pemain muda yang ada pun bisa bersinar. Muhammad Supriadi dan Hambali Tolib mencetak gol, Persebaya menang 3-1.

“Selain Dwiki, saya juga lihat Supriadi punya mental bagus. Sebelumnya ia sempat cedera dan saya rasa ke depannya ia bisa dapat kesempatan bergabung ke tim nasional senior,” ucap Bung Supri, sapaan akrab Supriyono. Melalui Youtube, pengamat lainnya Binder Singh pun sudah memberi perhatian kepada pemain muda Persebaya.

“Salah satu keunikan coach Aji adalah menerapkan sistem rotasi di Persebaya. Saya harap itu berlanjut di musim baru nanti. Memberi peluang ke pemain-pemain muda macam Rachmat Irianto, Rizky Rido, Hambali, Supriadi dan Koko Ari Araya. Pemain dicoba tampil di berbagai posisi untuk menampilkan performa terbaik,” kata Binder.

Khusus Koko, penampilan bek sayap 20 tahun ini bahkan langsung membuat pelatih tim nasional, Shin Tae Yong (STY) terpincut usai menonton langsung PGJ. Pelatih asal Korea Selatan itu lekas membawa Koko jadi bagian dari pemusatan latihan timnas (TC) senior yang berlangsung 14-23 Februari di Jakarta.

“Saya senang sekali. Pertama dipanggil timnas langsung level senior dan sangat bersyukur. Awalnya enggak menyangka sebab baru main tiga kali di PGJ. Coach Shin melihat saya dan saat recovery latihan pagi (hari setelahnya) coach Aji bilang saya dipanggil ikut TC. Saya kira tadinya bercanda,” ucap Koko, berbagi saat TC timnas.*Taufani Rahmanda

Berita Terkait